Billboard vs videotron vs neon box vs signage: apa bedanya dan mana yang Anda butuhkan
Dari Nagoya menuju Batam Center, dalam sepuluh menit berkendara Anda akan melewati keempatnya. Papan besar di persimpangan yang gambarnya tidak berubah sejak bulan lalu. Layar menyala yang menampilkan tiga iklan berbeda selama Anda menunggu lampu merah. Kotak menyala bertuliskan nama sebuah klinik. Dan huruf timbul di fasad ruko yang menandai kantor sebuah perusahaan.
Empat media, empat fungsi, empat rentang biaya yang sangat berbeda. Tapi dalam percakapan sehari-hari, keempatnya sering disebut dengan satu kata: reklame.
Kekeliruan ini bukan masalah bahasa. Ia menjadi masalah ketika pemilik bisnis meminta penawaran untuk "billboard" padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah signage, lalu terkejut melihat angkanya. Artikel ini memisahkan keempatnya dengan jelas, supaya Anda tahu persis apa yang Anda minta.
Billboard: jangkauan luas, pesan tunggal
Billboard adalah papan iklan berukuran besar yang dipasang di lokasi dengan lalu lintas padat, seperti pinggir jalan utama, persimpangan, atau sisi gedung tinggi. Materinya dicetak pada vinyl atau bahan sejenis, lalu dipasang pada rangka baja.
Kekuatannya ada pada skala dan eksklusivitas ruang. Selama masa sewa, titik itu milik Anda sepenuhnya. Tidak ada merek lain yang berbagi perhatian dengan Anda di papan yang sama. Untuk membangun brand awareness dalam skala kota, ini masih salah satu cara paling langsung.
Kelemahannya juga berasal dari sifat yang sama. Begitu terpasang, materi tidak bisa diubah tanpa mencetak ulang. Kalau promo Anda berganti tiap dua minggu, billboard bukan media yang tepat. Dan karena orang melihatnya sambil melaju, pesannya harus selesai dalam hitungan detik. Billboard yang penuh teks adalah anggaran yang terbuang.
Gunakan billboard kalau: Anda punya satu pesan besar yang tidak berubah selama beberapa bulan, dan target Anda adalah masyarakat luas.
Videotron: fleksibel, tapi ruangnya dibagi
Videotron adalah layar LED berukuran besar yang menampilkan konten bergerak. Berbeda dari billboard yang statis, videotron bisa menayangkan video, animasi, dan materi yang diganti kapan saja tanpa mencetak ulang.
Ada satu istilah teknis yang perlu Anda pahami sebelum bicara dengan vendor: pixel pitch. Ini jarak antar titik LED dalam milimeter, ditulis sebagai P4, P6, P10, dan seterusnya. Semakin kecil angkanya, semakin tajam gambarnya dari dekat, dan semakin mahal panelnya.
Angkanya bukan soal selera, tapi soal jarak pandang. P6 optimal dilihat dari sekitar 7,5 sampai 20 meter. P10 optimal dari sekitar 12,5 sampai 33 meter. Untuk layar di pinggir jalan raya, P10 sudah cukup dan jauh lebih ekonomis, karena mata tidak akan membedakannya dari jarak segitu. Untuk layar indoor di mall atau lobi, barulah P2 sampai P4 masuk akal.
Yang sering tidak dijelaskan di awal: pada videotron komersial, Anda membeli slot dalam rotasi, bukan layar penuh. Dalam satu menit bisa tayang enam sampai sepuluh iklan berbeda. Artinya perhatian penonton dibagi, dan pesan Anda hanya muncul sebagian dari waktu tayang. Ini bukan kelemahan, tapi harus masuk dalam perhitungan Anda.
Gunakan videotron kalau: materi Anda sering berganti, atau konten Anda memang butuh gerak untuk menyampaikan pesannya.
Neon box: penanda lokasi, bukan media jangkauan
Neon box adalah kotak dengan pencahayaan dari dalam, umumnya menggunakan LED, dengan permukaan akrilik yang dicetak. Ukurannya jauh lebih kecil dari billboard, dan fungsinya berbeda sama sekali.
Neon box tidak dirancang untuk menjangkau orang di seluruh kota. Ia dirancang untuk memastikan bisnis Anda terlihat dan mudah dikenali oleh orang yang berada di sekitarnya, terutama setelah gelap. Untuk restoran, minimarket, klinik, atau usaha apa pun yang beroperasi sampai malam, ini bukan pelengkap. Ini kebutuhan dasar.
Ada varian yang sering tertukar dengannya, yaitu sign box. Bentuknya mirip, tapi tanpa pencahayaan internal. Biaya produksi dan operasionalnya lebih rendah, dan cocok untuk lokasi indoor seperti dalam mall, atau untuk bisnis yang jam operasionalnya hanya siang hari. Kalau bisnis Anda tutup jam lima sore, Anda mungkin membayar untuk lampu yang tidak pernah bekerja.
Gunakan neon box kalau: Anda punya lokasi fisik yang harus ditemukan orang, dan sebagian pelanggan datang di malam hari.
Signage: kategori terluas, dan yang paling sering diremehkan
Signage adalah istilah payung untuk seluruh sistem penanda visual sebuah bisnis. Di dalamnya bisa termasuk huruf timbul di fasad, logo di dinding lobi, penunjuk arah di dalam gedung, penanda lantai, sampai papan nama di meja resepsionis.
Berbeda dari tiga media sebelumnya yang tugasnya menarik orang dari luar, signage bekerja setelah orang sampai. Ia memberi tahu bahwa mereka berada di tempat yang benar, dan menyampaikan kesan tentang seberapa serius perusahaan Anda, sebelum satu kata pun diucapkan.
Kami mengerjakan ini untuk GKS Software Solution, dan jenis pekerjaan seperti ini menuntut ketelitian yang berbeda. Signage berhadapan langsung dengan mata orang dari jarak satu meter. Sambungan yang tidak rapi, ketebalan huruf yang tidak konsisten, atau finishing yang meleset akan terlihat jelas. Pada billboard setinggi delapan meter, kesalahan seperti itu tidak akan pernah ketahuan.
Gunakan signage kalau: Anda punya kantor, gerai, atau ruang yang dikunjungi orang, dan ingin kesan pertamanya benar.
Ringkasan perbandingan
|
Billboard |
Videotron |
Neon Box |
Signage |
|
|
Tujuan utama |
Jangkauan luas |
Konten dinamis |
Penanda lokasi |
Identitas tempat |
|
Sifat konten |
Statis |
Bergerak, bisa diganti |
Statis |
Statis, permanen |
|
Ruang tayang |
Eksklusif |
Berbagi rotasi |
Milik sendiri |
Milik sendiri |
|
Jarak pandang |
Jauh |
Menengah ke jauh |
Dekat ke menengah |
Dekat |
|
Sifat biaya |
Sewa titik berkala |
Sewa slot berkala |
Investasi sekali |
Investasi sekali |
|
Paling cocok untuk |
Kampanye, peluncuran |
Promo yang berganti |
Toko, klinik, F&B |
Kantor, gerai, gedung |
Empat pertanyaan sebelum memutuskan
Alih-alih bertanya "media mana yang paling bagus", jawab empat hal berikut.
Apakah orang perlu menemukan lokasi Anda, atau cukup mengenal nama Anda? Kalau pelanggan harus datang ke tempat Anda, prioritaskan neon box dan signage lebih dulu. Billboard tidak ada gunanya kalau orang sampai di depan gerai Anda dan tidak yakin itu tempat yang benar.
Seberapa sering materi Anda berubah? Konten yang berganti tiap dua minggu mengarah ke videotron. Pesan yang bertahan berbulan-bulan mengarah ke billboard.
Kapan jam ramai bisnis Anda? Ini menentukan apakah Anda butuh pencahayaan atau tidak, dan langsung memengaruhi pilihan antara neon box dan sign box.
Apakah anggarannya rutin atau sekali jalan? Billboard dan videotron adalah biaya berjalan yang berhenti memberi hasil saat Anda berhenti membayar. Neon box dan signage adalah aset yang terus bekerja setelah dipasang.
Untuk gambaran angkanya, kami sudah membahasnya terpisah di artikel tentang biaya iklan luar ruang di Batam. Untuk urusan perizinan dan cara menilai vendor, ada di panduan jasa papan reklame di Batam. Dan kalau yang menarik perhatian Anda adalah sisi digitalnya, pembahasan lebih dalam ada di artikel tentang digital signage.
Kesalahan yang paling sering kami temui
Yang pertama, memilih media sebelum menentukan tujuan. Banyak brief masuk dengan format "kami mau pasang billboard", bukan "kami mau lebih banyak orang tahu produk baru kami". Yang kedua lebih mudah dijawab, dan jawabannya belum tentu billboard.
Yang kedua, menganggarkan media tapi tidak menganggarkan desainnya. Titik terbaik di Batam tidak akan menolong materi yang sulit dibaca dari kendaraan yang melaju. Media membeli perhatian. Desain menentukan apa yang terjadi setelah perhatian itu didapat.
Kalau Anda sedang menimbang salah satu dari keempatnya, ceritakan dulu tujuannya, bukan medianya. Tim Lana Studio mengerjakan keempat jenis media ini di Batam, dari perencanaan sampai pemasangan, dan bagian paling berguna dari percakapan awal biasanya justru menentukan mana yang tidak Anda butuhkan.