Studi kasus launching otomotif: di balik layar Hyundai Creta, Jaecoo, dan Honda exhibition
Jam sebelas malam, atrium mall sudah kosong. Yang tersisa cuma tim kami, tumpukan panel yang belum berdiri, dan satu unit mobil yang harus masuk lewat pintu servis sebelum jam operasional besok pagi. Floor plan sudah dicetak tiga versi karena ukuran area berubah dua kali dalam seminggu terakhir.
Ini pemandangan yang berulang di hampir setiap proyek otomotif yang kami kerjakan di Batam. Orang melihat hasilnya sebagai foto booth yang rapi dan video launching yang mulus. Yang jarang terlihat adalah malam-malam sebelumnya.
Artikel ini membuka bagian itu. Kami akan membahas empat proyek yang pernah kami tangani, apa yang berbeda dari masing-masing, dan kenapa event otomotif punya tantangan yang tidak ada di jenis event lain.
Kenapa launching otomotif tidak sama dengan event lain
Sebagian besar event bisa dipasang dan dibongkar dengan tangan. Launching mobil tidak.
Produk utamanya berbobot lebih dari satu ton, tidak bisa diangkat, dan harus masuk lewat jalur yang sudah ditentukan pihak mall. Itu saja sudah mengunci banyak keputusan desain. Posisi mobil menentukan posisi backdrop, posisi backdrop menentukan arah lighting, dan arah lighting menentukan dari mana fotografer bisa mengambil gambar tanpa pantulan di bodi. Satu perubahan di awal merembet ke semuanya.
Lalu ada faktor yang benar-benar di luar kendali siapa pun. Unit datang terlambat dari distributor. Area yang dijanjikan ternyata berbagi ruang dengan tenant lain. Jam bongkar muat mall berubah karena ada acara lain. Kami belajar untuk tidak menganggap ini sebagai gangguan, tapi sebagai bagian dari pekerjaannya.
Dan ada satu hal yang hampir selalu diremehkan di tahap perencanaan: dokumentasi. Kami akan kembali ke ini.
Launching Hyundai Creta Alpha di K SQUARE
Creta adalah model yang sudah dikenal pasar, jadi tantangannya bukan memperkenalkan produk baru. Tantangannya membuat orang yang sudah familiar merasa ada alasan untuk datang dan melihat lagi.
Untuk proyek seperti ini, pekerjaan terberat justru di tahap sebelum eksekusi. Menentukan sudut pandang kampanye, memilih elemen visual yang terasa baru tanpa keluar dari brand guideline Hyundai, dan memastikan area di K SQUARE bekerja untuk dua kebutuhan sekaligus: menarik pengunjung mall yang lewat, dan cukup tenang untuk sales bisa bicara serius dengan calon pembeli.
Dua kebutuhan itu sering bertentangan. Area yang ramai bagus untuk awareness, buruk untuk closing. Solusinya biasanya ada di layout, bukan di dekorasi.
Jaecoo: launching produk dan grand opening dealer
Jaecoo memberi kami dua pekerjaan dengan karakter berbeda.
Yang pertama, launching Jaecoo 578 dan J5 di Grand Batam Mall. Ini merek yang relatif baru di pasar Batam, jadi seluruh materinya harus mengerjakan tugas pengenalan dari nol. Orang belum punya asosiasi apa pun dengan nama Jaecoo. Setiap elemen visual harus membangun kesan itu dari awal.
Yang kedua, Grand Opening Jaecoo Batam. Ini bukan soal produk, tapi soal tempat. Yang dijual adalah kredibilitas dealer, kesan bahwa merek ini serius hadir di Batam dan akan ada ketika pembeli butuh servis lima tahun lagi. Pendekatannya berbeda sama sekali dari launching produk, meski mereknya sama.
Mengerjakan dua proyek untuk satu merek dalam waktu berdekatan punya keuntungan yang tidak selalu disadari klien. Tim sudah paham karakter visual mereknya, sudah tahu siapa yang mengambil keputusan, dan sudah hafal preferensi approval. Putaran revisi jadi jauh lebih pendek di proyek kedua.
Pionika Group Exhibition: Go Big, Big SUV
Ini proyek dengan skala paling besar di antara keempatnya, dan yang paling menuntut dari sisi koordinasi.
Exhibition dengan tema "Go Big, Big SUV" berarti unit yang dipajang adalah kendaraan berdimensi besar, di area yang harus tetap nyaman dilewati pengunjung. Rasio ruang kosong terhadap ruang terisi jadi perhitungan yang serius. Terlalu padat, pengunjung tidak mau masuk. Terlalu longgar, exhibition-nya terasa sepi meski unitnya lengkap.
Pionika Group sendiri membawahi beberapa merek, jadi materinya harus konsisten sebagai satu payung tapi tetap menghormati identitas masing-masing merek di bawahnya. Ini pekerjaan desain yang lebih rumit dari kelihatannya, karena setiap prinsipal punya aturan brand sendiri yang tidak bisa dikompromikan.
Honda Legacy Exhibition
Honda punya sejarah panjang di Indonesia, dan exhibition bertema legacy berarti materinya harus terasa berbobot tanpa jatuh jadi nostalgia yang kaku.
Pekerjaan seperti ini menguji bagian yang paling sering diabaikan: copywriting. Visual bisa dibuat megah dengan anggaran. Tapi kalau teksnya generik, seluruh konsepnya runtuh. Tim konten kami menghabiskan waktu yang tidak sedikit hanya untuk menentukan nada bicaranya, sebelum satu pun panel dicetak.
Bagian yang paling sering luput: dokumentasi
Kembali ke hal yang tadi kami tunda.
Di hampir setiap brief yang masuk, dokumentasi ditempatkan di urutan terakhir. Anggarannya sisa, waktunya sisa, dan orangnya sering baru ditentukan seminggu sebelum hari H.
Padahal event itu berlangsung satu atau dua hari. Fotonya hidup berbulan-bulan. Materi dokumentasi inilah yang nanti dipakai untuk konten media sosial, laporan ke prinsipal, materi penjualan, dan bahan promosi event berikutnya. Nilainya jauh melebihi durasi acaranya sendiri.
Karena itu kami memperlakukan dokumentasi sebagai bagian dari desain, bukan pelengkap. Ketika menentukan posisi backdrop, kami sudah memikirkan dari mana foto terbaik akan diambil. Ketika memilih lighting, kami sudah mempertimbangkan bagaimana cat metalik akan terbaca di kamera. Keputusan-keputusan kecil ini tidak menambah biaya, tapi selisih hasilnya besar.
Cara kami bekerja
Setiap proyek otomotif kami jalankan dengan struktur tim yang sama. Ada project manager yang memegang timeline dan komunikasi klien, director yang memegang arah kreatif, tim konten untuk copy dan naskah, serta desainer grafis untuk seluruh materi cetak dan digital. Di hari eksekusi, videografer dan fotografer masuk dengan shot list yang sudah disusun sebelumnya, bukan improvisasi di tempat.
Struktur ini bukan formalitas. Di event otomotif, jendela waktu untuk mengambil gambar terbaik sering hanya beberapa menit, saat area sudah rapi tapi pengunjung belum ramai. Tanpa perencanaan, momen itu terlewat dan tidak bisa diulang.
Kami juga tidak selalu berhasil. Ada proyek di mana perubahan mendadak dari pihak venue memaksa kami membuang konsep yang sudah disetujui dan menyusun ulang dalam hitungan hari. Yang membedakan hasil akhirnya bukan seberapa mulus prosesnya, tapi seberapa cepat tim bisa memutuskan tanpa menunggu semuanya sempurna.
Kalau Anda sedang merencanakan launching
Mulailah lebih awal dari yang Anda pikir perlu. Libatkan pihak yang mengerjakan materi visual sejak tahap pemilihan venue, bukan setelah kontrak venue ditandatangani. Dan tentukan sejak awal untuk apa dokumentasinya akan dipakai setelah acara selesai.
Tim Lana Studio menangani launching, exhibition, dan grand opening otomotif di Batam, dari konsep sampai dokumentasi. Kalau Anda sedang menyiapkan satu, ceritakan tanggalnya dan kita bisa mulai dari sana.